RuangBerita – Proyek Perbaikan Tutup Talud Kp. Kreo Siwarak RT 5 RW 2, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati yang dikerjakan oleh Elief selaku pemilik CV menuai sorotan setelah ditemukan kerusakan pada bangunan, sementara pekerjaan tersebut diketahui belum melalui proses serah terima pertama pekerjaan atau PHO (Provisional Hand Over).
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Semarang, paket pekerjaan bernama Perbaikan Talud Kp. Kreo Siwarak RT 5 RW 2 Kel. Kandri Kec. Gunungpati tercatat dengan Kode Lelang 10061098000, berada di bawah Satuan Kerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang dengan nilai pagu Rp 711.104.846,78 dan HPS Rp 711.115.000,00. Proses tender dilaksanakan pada 18 Juli 2025 hingga 22 Agustus 2025, menggunakan anggaran APBD 2025.
Informasi dari warga setempat dan hasil peninjauan di lokasi menunjukkan adanya beberapa bagian tutup talud yang telah mengalami keretakan dan material yang terlepas. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya mengenai ketahanan konstruksi, mengingat proyek belum dinyatakan selesai secara administratif.
Sejumlah pihak juga menyampaikan dugaan bahwa kerusakan dapat berkaitan dengan kualitas material atau spesifikasi teknis yang tidak sesuai perencanaan. Namun demikian, hingga kini belum terdapat pernyataan resmi dari kontraktor pelaksana maupun instansi terkait mengenai hal tersebut.

Beberapa warga menilai proyek ini penting untuk keselamatan lingkungan sekitar, khususnya di wilayah yang rawan longsor saat musim hujan. Mereka berharap pemerintah daerah maupun kontraktor segera menindaklanjuti kondisi kerusakan agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar.
“Talud ini sangat penting untuk menahan tanah sekitar permukiman. Kalau sudah rusak sebelum diserahterimakan, kami khawatir akan terjadi sesuatu saat hujan deras,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan yang terjadi serta langkah perbaikan yang akan dilakukan. Upaya konfirmasi kepada pihak CV juga masih dalam proses.
Masyarakat berharap adanya investigasi teknis serta evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan proyek untuk memastikan penggunaan anggaran publik berjalan sesuai ketentuan dan manfaat pembangunan dapat dirasakan dengan maksimal.
